Masyarakat Indonesia Dalam Keadaan Darurat Membaca Di Media Sosial

Masyarakat Indonesia Dalam Keadaan Darurat Membaca Di Media Sosial


Yap, kembali lagi dengan saya John Asto sebagai admin satu satunya dari blog ini heheeh 😁. Saat ini kita akan membahas mengenai darurat membaca pada kalangan masyarakat Indonesia di dunia maya.

Tahu kan darurat itu apa? Darurat ialah suatu keadaan sulit yang datang atau muncul secara tiba-tiba dan butuh penyelesaian masalah sesegera mungkin. Kata membaca diambil dari kata dasar yakni baca yaitu proses memahami isi dari apa yang sudah dituliskan dalam sebuah bacaan baik buku maupun media lain. Arti darurat membaca ialah keadaan di mana kemampuan atau skill membaca sangatlah minim yang perlu tindakan secepatnya agar masalah ini bisa hilang.

Admin adalah seorang penjelajah dunia maya, tak heran jika admin uptodate 😂 tapi tidak semua hal admin bisa ikuti, hanya yang bermanfaat saja. Nah salah satu hal yang menarik saya temui adalah sebuah status dari netizen yang isinya seperti pada gambar di bawah ini.


Admin minta maaf sebelumnya ya, maaf jika ada yang tersinggung 😯. Sekilas kita dapat lihat di atas bahwa itu adalah kalimat yang menghina agama Islam. Tapi ada tapinya, posisi tanda baca bisa mengubah arti dalam sebuah kalimat, benar kan? Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra pasti tahu nih 😁. Penempatan titik sebelum kata Goblok tidak mengandung kata-kata penghinaan. Tapi coba kalian pindahkan titik sesudah kata Goblok pasti miris kan?

Yang posting status tersebut juga salah sebenarnya, masyarakat awam jika memlihat status ini akan langsung marah sedangkan orang-orang berpendidikan biasanya langsung memahami maksud dari status tersebut. Semuanya di sini serba salah, yang pasang status hanya memahami dirinya saja bahwa dia itu pintar dan tidak memahami kondisi orang lain yang belum tentu pintar seperti dia. Dan yang baca juga salah, sebaiknya pahami konteksnya terlebih dahulu baru dikeluarkan pendapat. Orang pintar mengatakan pikir dahulu sebelum bertindak, jangan sudah bertindak baru dipikirkan itu adalah salah besar.

Lucunya untuk gambar di bawah ini. Di dalam tertulis "orang ini terkena penyakit aneh, ketik amin jika kalian mau seperti ini".


Lah, siapa yang mau begitu? Sebagian besar netizen menjawab amin dan bahkan ada yang react sedih lho 😂. Setelah admin teliti, kebanyakan yang bilang amin dan react sedih itu adalah kaum hawa atau kaum wanita. Lalu bagaimana dengan netizen lakinya? Mereka react Haha (😂) dan bahkan mereka bilang "Bodoh amat anda", "Pernah sekolah gak :v" dan lain-lain. Mengapa mayoritas yang tertipu itu ialah wanita, karena dalam memahami sesuatu wanita lebih cenderung ke perasaan dibanding dengan laki-laki yang lebih dominan pada logika. Admin tidak bermaksud wanita itu tidak bisa membaca tapi setidaknya emosional di tahan dulu jangan asal meledak dan jika salah meledak bisa bikin malu 😂.

Apakah kalian termasuk seperti yang diatas? Orang yang asal bertindak tanpa memahami isi konteks? Kita bisa menyebut mereka sebagai sebuah dinamit dengan sumbu yang sangatlah pendek, belum baca sampai selesai sudah meledak alias langsung komen yang OOT (Out of Topic). Segeralah berubah, kalau bisa ya kursus Bahasa Indonesia agar bisa lebih memahami arti kata yang dibagikan oleh orang-orang sekitar kalian.

Di sini admin menekankan lebih baik diam dari pada ribut dan yang dikatakan semuanya adalah omong kosong. Lebih baik buta huruf dari pada buta makna kalimat.

Oke, sekian sudah admin menemani kalian di sini. Jangan lupa tunggu update berikutnya dari blog ini ya 😊. Akhir kata admin ucapkan terima kasih dan sampai jumpa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel